JoomlaTemplates.me by Discount Bluehost

Mau AA dan DHA untuk Si Kecil?

Category: ASI dan MPASI

MEMILIKI bayi yang sehat dan menggemaskan tentu sangat senang rasanya. Pengen rasanya semua kebutuhan gizinya dapat terpenuhi, termasuk DHA, AA dan juga Omega 6 untuk kecerdasannya. Tapi tahukah Anda, zat-zat penting itu ternyata bisa didapatkan dengan 'cuma-cuma' dari ASI Anda sendiri? Sambil menyusui, tak cuma mendekatkan emosi ibu pada 'si buah hati', tapi sekaligus memberi konsumsi gizi tinggi. Untuk itu, biasakan menyusui dengan ASI sejak dini.

ASI dan prekursornya yang disebut kolostrum adalah makanan terbaik untuk bayi. Berikut ini zat gizi yang tergandung di dalam ASI:

  1. Kolostrum - cairan kental berwarna kekuning-kuningan yang dihasilkan pada sel alveoli payudara ibu. Sesuai untuk kapasitas pencernaan bayi dan kemampuan ginjal bayi baru lahir yang belum mampu menerima makanan dalam volume besar.
  2. Protein - dalam ASI terdiri dari casein (yang sulit dicerna) dan whey (yang mudah dicerna). Berkebalikan dengan susu sapi, protein dalam ASI lebih banyak mengandung whey daripada casein sehingga protein ASI mudah dicerna.
  3. Lemak - adalah penghasil kalori (energi) utama dan merupakan komponen zat gizi yang sangat bervariasi. Lebih mudah dicerna karena sudah dalam bentuk emulsi. Penelitian Osborn membuktikan, bayi yang tidak mendapatkan ASI, lebih banyak menderita penyakit jantung koroner di usia muda.
  4. Laktosa - merupakan karbohidrat utama pada ASI. Fungsinya sebagai sumber energi. Fungsi lainnya meningkatkan penyerapan (absorbsi) kalsium dan merangsang pertumbuhan laktobasilus bifidus.
  5. Vitamin A - ada pada ASI dengan konsentrasi berkisar pada 200 IU/dl.
  6. ZAT Besi - Meskipun ASI mengandung sedikit zat besi (0.5 - 1.0 mg/liter), bayi yang menyusui jarang kekurangan zat besi (anemia). Hal ini dikarenakan zat besi pada ASI lebih mudah diserap
  7. Taurin - berupa asam amino dan berfungsi sebagai neurotransmitter, berperan penting dalam maturasi otak bayi.
  8. Laktobasilus - berfungsi menghambat pertumbuhan mikroorganisme  yang merugikan seperti bakteri E. Coli yang sering menyebabkan diare pada bayi.
  9. Laktoferin - bermanfaat menghambat bakteri stafilokokus dan jamur kandida.
  10. Lisozim - dapat memecah dinding bakterii sekaligus mengurangi insiden Karies Dentis dan Maloklusi (kebiasaan lidah yang mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol dan dot).

Zat-zat inilah yang menyebabkan ASI lebih unggul dibanding susu lainnya. Malah ibu yang menyusui secara eksklusif untuk jangka waktu lama, akan terhindar dari kemungkinan penyakit diantaranya kanker payudara. Sebaliknya, menggunakan susu formula dapat memberikan kerugian, seperti: pengenceran yang salah dan pelarutan susu lebih dari seharusnya dapat mengakibatkan: hipernatremi, obesitas, hipertensi dan enterokolitis nekrotikans. Juga bisa menyebabkan KONTAMINASI MIKROORGANISME, menyebabkan ALERGI dan TIDAK PRAKTIS serta TIDAK EKONOMIS.

DHA, AA dan Omega 6 Gratis Dalam ASI

Dalam kemasan susu formula banyak diunggulkan kelebihan DHA dan AA untuk pertumbuhan bayi, padahal semua itu bisa didapat secara GRATIS dari ASI. Salah satu keunggulan lemak ASI adalah kandungan asam lemak esensial, docosahexaenoic acid (DHA) dan arachidonic acid (AA) yang berperan penting dalam pertumbuhan otak sejak trimester ketiga kehamilan sampai tahun pertama setelah bayi lahir.

Yang merupakan asam lemak esensial sebenarnya adalah kelompok Omega-3 yang dapat dirubah menjadi DHA dan Omega-6 yang dapat dirubah menjadi AA. Kalau zat-zat bergizi ini bisa didapatkan secara GRATIS dari ASI, kenapa harus mengeluarkan biaya lebih untuk mengkonsumsi susu formula?

Dengan banyaknya keunggulan ASI, masihkah Anda tidak memulai menyusui dengan ASI sendiri? Produksi ASI erat kaitannya dengan makanan yang dikonsumsi masing-masing ibu. Karenanya dianjurkan mengkonsumsi makanan bergizi termasuk sayuran (daun pepaya dan daun katuk) yang dipercaya menambah produksi ASI.

Jadi untuk pertumbuhan bayi tersayang mulailah sejak dini menyusui dengan ASI yang kaya akan kandungan AA dan DHA.