Hepatitis B

HEPATITIS B adalah penyakit hati yang menyebabkan hati kita mengalami pembengkakan dan berhenti melakukan sesuatu dengan benar. Kita perlu hati yang sehat, karena hati melakukan banyak hal untuk mempertahankan kehidupan kita. Hati melawan infeksi, menghentikan perdarahan, mengeluarkan obat dan racun dari darah kita dan juga menyimpan energi yang dikeluarkan di saat diperlukan.

Hepatitis B disebabkan oleh virus Hepatitis B yang dapat ditularkan melalui kontak dengan orang yang terinfeksi dengan perantara darah, cairan mani atau cairan tubuh lainnya. Kita dapat terkena Hepatitis B dengan cara:

  • Berbagi jarum suntik.
  • Melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi tanpa menggunakan kondom.
  • Membuat tatto atau tindik yang dilakukan dengan alat yang sebelumnya dipakai oleh orang lain yang terinfeksi.
  • Tertusuk jarum yang berisi darah yang terinfeksi (petugas kesehatan dapat tertular dengan cara seperti ini).
  • Tinggal dengan seseorang yang memiliki Hepatitis B.
  • Berbagi sikat gigi atau alat pencukur dengan orang yang terinfeksi.
  • Bepergian kesuatu daerah atau negara dimana Hepatitis B adalah umum.
  • Wanita yang terinfeksi dengan Hepatitis B dapat menularkannya kepada bayinya saat kelahiran.
Hepatitis B tidak ditularkan dengan cara:
  • Berjabatan tangan dengan orang yang terinfeksi.
  • Berpelukan.
  • Atau duduk berdampingan dengan orang yang terinfeksi.
Hepatitis B dapat membuat kita seperti terserang flu, merasa lelah, perut tidak nyaman, demam, hilang nafsu makan, nyeri di perut dan timbul mencret atau diare. Biasanya disertai gejala-gejala seperti:
  • Kencing kuning gelap seperti teh.
  • Berak bewarna keputihan.
  • Mata dan kulit berubah kuning.

Namun beberapa orang bisa tidak didapatkan gejala-gejala seperti di atas. Jadi jika Anda merasa memiliki gejala atau memikirkan kemungkinan terkena Hepatitis B, periksalah segera ke dokter. Untuk memeriksa Hepatitis B, dokter akan melakukan tes darah untuk menunjukkan apakah kita terinfeksi dan sejauh apa akibat yang sudah ditimbulkan.

Pengobatan Hepatitis B dapat meliputi obat-obatan yang disebut interferon, lamivudine, adefovir, dipivoxil maupun pembedahan transplantasi hati.

Hepatitis B dapat dicegah dengan memberikan vaksin yaitu obat yang diberikan saat kita sedang sehat yang mencegah kita jatuh sakit. Vaksin mengajarkan tubuh kita untuk menyerang virus tertentu yang sudah dilemahkan sebelumnya sehingga ketika virus tersebut masuk, tubuh kita sudah siap untuk melumpuhkannya.

Vaksin Hepatitis B diberikan melalui 3 kali suntikan dan setiap bayi baru lahir mendapatkan suntikan pertama dalam waktu 12 jam setelah lahir. Mereka mendapatkan suntikan ke-2 pada saat usia 1-2 bulan dan suntikan ke-3 antara usia 6-18 bulan.

Anak yang lebih besar dan orang dewasa dapat diberikan vaksin juga. Mereka mendapatkan 3 kali suntikan tergantung jenis vaksin yang diberikan. Jika Anda terlambat mendapatkan suntikan, hubungi dokter Anda atau rumah sakit untuk menjadwalkan vaksinasi Anda karena vaksin akan melindungi Anda dari Hepatitis B.

Anda dapat pula melindungi diri Anda dan orang lain dari Hepatitis B dengan cara:

  • Tidak berbagi jarum suntik.
  • Memakai kondom ketika berhubungan seksual.
  • Memakai sarung tangan ketika menyentuh darah orang lain.
  • Jangan berbagi sikat gigi, pisau cukur atau apapun dengan orang yang terinfeksi.
  • Pastikan alat untuk membuat tatto atau tindik sudah disterilkan.

Related Posts:
CACINGAN pada anak-anak sudah sangat umum dan diketahui oleh masyarakat
MUSIM hujan sudah kembali melanda berbagai daerah di Indonesia. Selain d
Sulit BAB sejak lahir tidaklah normal apalagi bila ia juga terlambat men
KEHAMILAN adalah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh suami istri yang
DIARE merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh bayi dan ba
STRETCH MARKS adalah peregangan jaringan kulit melebihi batas elast
 

Quotes Of The Day

"Saya mohon maaf darimu atas saat-saat saya bicara ketika seharusnya mendengarkan, saya marah ketika seharusnya saya sabar, bertindak ketika seharusnya saya menunggu, takut ketika seharusnya saya bergembira, memarahi ketika seharusnya saya mendukung, mengkritik ketika seharusnya saya memuji, berkata tidak ketika seharusnya saya berkata ya, dan berkata ya ketika seharusnya saya berkata tidak."

Marian Wright Edelman