JoomlaTemplates.me by Discount Bluehost

Pemeriksaan dan Test

Category: Kehamilan

SETELAH Anda dinyatakan positif hamil, konsultasikan ke dokter kandungan dan pemeriksaan selama kehamilan wajib dilakukan agar pertumbuhan janin berlangsung optimal. Sehingga dapat dideteksi bila ada masalah dalam tubuh Anda yang berefek negatif pada kehamilan. Pemeriksaan kandungan di awal trimester pertama dan kedua umumnya dilakukan sebulan sekali, selanjutnya pemeriksaan menjadi dua minggu sekali. Setelah memasuki bulan terakhir, dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan seminggu sekali.

Screening

Pemeriksaan ini dengan cara mengambil contoh darah atau dengan USG untuk melihat ada tidaknya risiko kelainan bawaan pada janin yang dikandung, misalnya untuk mengetahui apakah mengalami down syndrome atau terkena virus TORCH.

Urine Test

Test urine adalah test yang paling standar. Tes ini penting untuk mengetahui benarkah Anda hamil. Kemudian medis akan memeriksa air seni untuk mengetahui apakah ada kemungkinan gangguan ginjal, diabetes atau preeklampsia yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah.

Pemeriksaan Berat Badan

Pemantauan kenaikan berat badan menunjukkan kesehatan dan pertumbuhan janin Anda. Karena itu, sebaiknya berat badan selama hamil jangan terlalu melonjak, jika terlampau tinggi bisa berakibat preeklamsi. Andai berat badan Anda sebelum hamil berlebih, sebaiknya kenaikan bobot hanya berkisar 6-9 kg. Sedangkan bila sebelum hamil berat badan Anda termasuk normal, bobot tubuh boleh naik sekitar 9-12 kg. Jika Anda termasuk kurus, kenaikan berat badan boleh mencapai 12-16 kg. Apabila Anda hamil kembar, berarti kenaikan berat badan akan lebih banyak lagi.

Test Diagnosis

Test ini dilakukan dengan cara mengambil contoh cairan ketuban. Test ini untuk mengetahui apakah Anda mengalami kelainan kromosom. Biasanya diagnosis test dianjurkan pada ibu hamil di atas 35 tahun.

Test TORCH

Untuk mengetahui apakah janin terkena infeksi 5 jenis infeksi mikroorganisme seperti toksoplasma, rubella (campak Jerman), virus sitomegalo dan herpes simpeleks.

HIV Test / AIDS

Pemeriksaan darah ini untuk mengetahui adanya virus HIV di dalam darah ibu hamil. Pemeriksaan ini jarang dianjurkan, hanya dilakukan bila si ibu hamil memintanya. Bila hasil test negatif, dianjurkan untuk terus melakukan test ini pada tiap semester selama kehamilan berlangsung.

Test AFP

Pemeriksaan ini dilakukan pada saat janin berusia 15-18 minggu. Test ini berguna untuk mengambil contoh darah ibu hamil untuk mengetahui apakah ada ketidaknormalan otak janin, sistem saraf tulang belakang dan kelainan kromosom yang dapat menyebabkan down syndrome.

Tekanan Darah

Pada saat kondisi tubuh normal tekanan darah diastolic berkisar 60-80 mmHg dan sistolik 9-120 mmHg. Tapi pada saat hamil akan terjadi penurunan tekanan darah. Setelah usia kehamilan 20-32 minggu tekanan darah kembali normal. Namun peningkatan tekanan darah harus selalu dilihat selama kehamilan berlangsung untuk menghindari hal buruk terjadi. Karenanya, standar pemeriksaan tekanan darah minimal dilakukan sebanyak 4 kali. Yakni satu kali pada trimester pertama, sekali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga.

USG

Semakin tingginya perkembangan teknologi, membuat Anda bisa menyaksikan si mungil dari balik perut. Kini dengan USG kita dapat merekam gambar holografik si janin. Lewat alat canggih ini, dokter dapat mengetahui usia kehamilan dan memperkirakan waktu kelahiran si kecil, berdasarkan gambar janin yang muncul di layar monitor. Pemeriksaan janin dengan USG biasanya dilakukan pada usia kehamilan 16 minggu. Biasanya dokter akan menyarankan setelah melakukan pemeriksaan USG yang pertama, Anda akan diminta kembali melakukan USG pada pertengahan masa kehamilan. Pemeriksaan ini dapat diulang sesuai kebutuhan.

Teknologi terbaru untuk mendeteksi kelainan janin sendiri mungkin adalah menggunakan USG 4D (4 dimensi). Kelebihan USG 4D ini bisa memantau tiap gerakan janin seperti keadaan sesungguhnya. Selain faktor usia janin, dengan USG 4D ini juga bisa melihat kelainan genetik pada janin.

Tujuan USG adalah untuk mengetahui:

  • Usia dan pertumbuhan janin.
  • Kondisi kehamilan.
  • Kondisi dan letak plasenta dan perkembangannya.
  • Jumlah janin yang dikandung (kembar atau tidak).
  • Jenis kelamin.
  • Normal tidaknya gerakan janin.
  • Ada tidaknya kelainan bawaan.
  • Ada tidaknya denyut jantung.