• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • green color
  • blue color

6 Risiko Bayi Sesar

KOMPAS.COM - Jika bayi bisa lahir secara alami, mengapa harus disesar? Ternyata, bayi lahir sesar lebih beresiko mengalami berbagai gangguan kesehatan dibandingkan bayi lahir normal. Apa saja gangguan itu? Dr.Erick Fransisco Kan, M.Med, Sp.A dari Siloam Hospital Karawaci membeberkannya.

1. Gangguan pernapasan

TTNB (Transient Tachypnea of the New Born) adalah gangguan pernapasan yang paling sering dikhawatirkan terjadi pada bayi sesar. Gangguan ini terjadi akibat cairan yang memenuhi paru-paru janin selama berada dalam rahim tidak terkompresi mengingat bayi sesar tinggal "terima jadi". Padahal, proses persalinan per vaginam melewati jalan lahir inilah yang memungkinkan cairan yang memenuhi paru-paru semasa janin berada dalam rahim dipompa habis keluar.

Selain itu, proses kompresi juga terjadi berkat kontraksi rahim ibu secara berkala. Kontraksi yang lama-kelamaan semakin kuat ini akan menekan tubuh bayi, sehingga otomatis cairan dalam paru-parunya ikut keluar. Nah, pada bayi sesar, kedua proses kompresi tadi tidak terjadi dengan sempurna.

2. Rendahnya sistem kekebalan tubuh

Data berdasarkan evidance base memang belum ada. Namun pada proses persalinan normal, bayi berpindah dari rahim yang nyaris steril ke lingkungan luar melalui proses yang berlangsung lama dan melibatkan kontraksi selama berjam-jam. Saat lahir pun, mulut bayi tidak tertutup sehingga banyak kuman yang masuk ke dalam mulut, bahkan sampai ke pencernaan. Imbasnya, bayi mengalami kontak alami dengan mikroba floral dalam jalan lahir ibunya yang kemudian berkoloni di ususnya. Hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan dan pematangan sistem kekebalan tubuhnya.

3. Rentan alergi

Baik dari kondisi "kotor" di jalan lahir yang tidak dilalui si bayi yang dilahirkan secara sesar, maupun tertundanya pemberian ASI sesegera mungkin, membuat risiko alergi pada bayi jadi lebih tinggi. Belum lagi paparan antibiotik yang biasanya diberikan kepada bayi sesar sebagai langkah berjaga-jaga dari kemungkinan infeksi, juga meningkatkan risiko alergi.

4. Emosi cenderung rapuh

Meski belum terbukti melalui penelitian ilmiah, kondisi psikologis bayi sesar diduga cenderung lebih rapuh dibanding bayi yang dilahirkan secara normal. Faktanya, bayi yang lahir normal memang dihadapkan pada kondisi tidak nyaman dimana ia harus melewati jalan lahir yang sempit dan berliku disertai tekanan hebat akibat kontraksi rahim. Perjuangan inilah yang diyakini dapat melatih mental si kecil sejak dini. Boleh jadi faktor ini memberi kontribusi tersendiri terhadap kepribadian si anak kelak.

Akan tetapi pola asuh yang diberikan orangtua dan bagaimana pengaruh lingkungan terbukti lebih ikut memberi warna apakah seseorang lebih tahan banting atau tidak ketika menghadapi stres kehidupan.

5. Terpengaruh anestesi

Kondisi ini mungkin saja terjadi. Karenanya, tim dokter yang terdiri dari dokter kebidanan dan kandungan, dokter anak, dan dokter anestesi harus berhitung secermat mungkin agar pembiusan pada bayi berpengaruh seminim mungkin. Untuk itu, umumnya anestesi yang digunakan adalah anestesi spinal yang berdosis rendah. Penggunaan bius total membuat bayi terlihat agak ngantuk karena dikeluarkan saat masih di bawah pengaruh anestesi.

6. Minim peluang IMD

Bayi sesar kurang mendapatkan kesempatan untuk menjalani IMD alias inisiasi menyusu dini. Ini karena kondisi bayi sesar berbeda dari kondisi bayi lahir normal yang bisa langsung ditempelkan di dada ibunya dengan refleks yang cukup kuat untuk mencapai payudara ibu. Sementara pada persalinan sesar, hal yang tak bisa segera dilakukan mengingat bayi biasanya langsung dipasangi infus dan selang oksigen guna membantu pernapasannya. Si ibu pun umumnya masih dalam keadaan "teler" akibat pengaruh obat anestesi. (Nakita/Theresia)

(Editor: Anna Sumber : Tabloid-Nakita.COM)

 
Comments (4)
4 Wednesday, 03 March 2010 16:05
anakku lahir 18 oktober.
keinginanku lahir normal tp tnyt wlo udah telat 1 minggu dari perkiraan tetap blm ada pembukaan.
sekarang anakku 4 bln dgn bb 7,5 kg.
memang kadang aku perhatikan kl tidur suka ngorok...
sepertinya masi byk cairan dalam paru2nya.
apalagi kemaren sempet batuk dan sekarang lg biang keringat..
jadi aku harus sebagai ibu harus bagaimana ya terhadap anakku??
terima kasih..
3 Saturday, 20 February 2010 11:23
saya melahirkan 28 desember 2009 kemaren secara sesar,alhamdulillah sampai sekarang bayi saya sehat2 aja,ga ada masalah. perawatan yang saya lakukan sama halnya dengan perawatan bayi saya yang pertama yang lahir secara normal
2 Friday, 19 February 2010 16:01
bayi sy berumur 4 bln BB 6.9 kg.tdk rewel. tetapi ada masalah di pernafasan,kadang2 saya amati seperti orang pilek(hidung tersumbat) Berbahayakah??terus bagaimana mengatasinya?bagaimana merawat bayi yang cesar?apa kelebihannya bayi yang cesar.
dtggu jawabannya

Terimakasih
1 Wednesday, 20 January 2010 17:01
terima kasih infonya


Melihat uraian di atas...lalu apabila memang keadaan yang memaksa untuk lahir sesar...bagaimama selanjutnya pencegahan ato perawatan si bayi agar pertumbuhannya tidak mengalami hambatan atau pun sakit???

Add your comment

Your name:
Your email:
Your website:
Subject:
Comment:
  The word for verification. Lowercase letters only with no spaces.
Word verification:

Community Login

Who's Online

We have 34 guests online

Our Newsletter

Artikel Parenting


Receive HTML?


News Flash

Kumpulan E-Book

Saat ini kami tengah membuat website yang memuat berbagai e-book dalam format PDF tentang kehamilan, merawat bayi, tumbuh kembang anak, ASI, MPASI, imunisasi dan lain sebagainya. Silahkan kunjungi ebook.bayisehat.com dan download e-book yang kami sediakan, semua gratis kok. Jika Anda ingin berbagi silahkan kirimkan link PDF Anda ke support@bayisehat.com. Terimakasih.

Quotes Of The Day

Cara terbaik untuk membuat anak-anak menjadi baik adalah membuat mereka bahagia.

Oscar Wilde