|
Monday, 11 February 2008 |
|
Orang banyak mengenal keladi sebagai umbi talas yang bisa menjadi salah satu bahan untuk makanan. Jenisnya pun berbeda-beda. Di Papua, talas menjadi bahan makanan pokok. Namun, keladi tikus berbeda lagi dari yang biasa. Keladi tikus lebih banyak dijadikan bahan untuk obat tradisional.  Foto Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) Keladi tikus (typhonium divaricatum (L.) Dence) mulai banyak dan semakin dikenal sebagai bahan untuk obat pembasmi kanker payudara. Di sebut keladi tikus karena ukurannya kecil daripada keladi biasa. Terna menahun ini berukuran tinggi 10 sampai 45 centimeter. Bagian yang lebih mirip binatang tikus adalah mahkota bunganya yang berwarna putih, berbentuk panjang kecil, mirip ekor tikus. |
|
Read more...
|
|
|
Wednesday, 09 January 2008 |
|
Penyakit kanker sudah tidak berbahaya lagi, kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman "KELADI TIKUS" (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain. Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. "Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs. Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia. Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof. Dr. Chris K.H.Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia. Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. "Sebelum menjalani kemoterapi, dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi. |
|
Read more...
|
|
|
Thursday, 13 December 2007 |
|
Pilihlah jenis latihan yang tepat bagi anda, meskipun mungkin anda dapat melanjutkan olahraga atau kegiatan yang sudah anda mahiri. Tidak dianjurkan untuk memulai jenis olahraga atau kegiatan baru selama kehamilan. Latihan-latihan yang dapat dilakukan oleh semua orang selama kehamilan, diantaranya adalah :
- Berjalan cepat.
- Berenang pada air yang dangkal, dengan air yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
- Mengayuh sepeda latihan dengan taraf kesulitan dan kecepatan yang nyaman.
- Latihan kalistenik yang dirancang khusus untuk wanita hamil.
- Latihan kebugaran panggul (Latihan Kegel).
- Latihan relaksasi rutin.
|
|
Read more...
|
|
|
|